"Saudara-saudara sekalian juga setelah memperoleh pengalaman dan magang di Jerman selama tiga bulan, ada trickle-down effect atau ada proses di mana Bapak Ibu sekalian juga dapat mentransformasikan pengalamannya kepada guru-guru SMK yang lainnya," tuturnya.
Selain menyiapkan siswa siap memasuki dunia kerja, lewat program ini juga diharapkan agar siswa memiliki jiwa entrepreneur. Lulusan SMK didorong bisa berelasi dengan mitra serta industri.
"Sehingga karena itu tentu saja kesiapan-kesiapan para murid SMK untuk berwirausaha menjadi bagian penting dari program peningkatan kualitas SMK," tambah Mu'ti.
"Kita memang berharap agar lulusan SMK dapat bekerja di sektor-sektor industri, dulu dikenal dengan DUDI, dunia usaha dan industri," lanjutnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin menyebut semua guru yang terpilih dalam program ini ternyata adalah Aparatur Sipil Negara (ASN). Tatang menyebut ada tiga bidang utama yang difokuskan bagi guru yakni teknologi manufaktur dan rekayasa, teknologi kontruksi dan bangunan, serta energi dan pertambangan.