"Secara profil dari 50 guru SMK ini, semuanya ASN. Bidang yang paling menjadi program utama, yang pertama teknologi manufaktur dan rekayasa, kemudianteknologi konstruksi dan bangunan, serta energi dan pertambangan," katanya dalam kesempatan yang sama.
Mu'ti menambahkan para guru dibantu pendanaannya oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Masing-masing peserta dibekali uang hidup Rp 28 juta dari LPDP.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada LPDP yang selalu baik hati, walaupun tadi dihitung jumlahnya minimalis, kelihatannya aja Rp 28 juta gitu, tapi kalau di Jerman ya ya gitu-gitu aja. Tapi yang penting saya kira cukup," kata Mu'ti.
Mu'ti berpesan kepada para guru agar para guru bisa menjalani magang dengan baik. Ia mengingatkan guru untuk tidak lupa berjejaring.
"Tapi poinnya adalah setiap pengalaman tentu akan memiliki makna yang sangat penting. Tadi disampaikan tentang pentingnya jejaring," katanya.