Melalui pelatihan tersebut, Fony bersama sejumlah guru di Kabupaten Kupang menerapkan metode pembelajaran kreatif yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa, khususnya dalam mengenalkan huruf, suku kata, dan kemampuan membaca sejak kelas awal.

"Tadi di kelas, anak-anak saling memberikan contoh saat membaca abjad. Ada yang menunjukkan kemampuannya, sementara yang lain mengikuti. Mereka belajar dengan rasa percaya diri dan semangat kebersamaan," kata Hafidz.

Ia mengatakan proses pembelajaran juga perlu menghadirkan suasana sekolah yang aman, nyaman, dan menggembirakan agar anak-anak memiliki keinginan untuk datang ke sekolah dan mengikuti pelajaran.