NADIKABAR.COM — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui BKPDM melatih sejumlah kepala sekolah dan guru di Balikpapan, Kalimantan Timur, untuk menerapkan metode belajar bernalar (deep learning) serta pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
"Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan Ibu Hetifah untuk melakukan banyak sosialisasi atau lokakarya terkait program prioritas kami, sehingga ketercapaian program prioritas ini bisa kita ukur dalam waktu yang sudah kami pastikan," kata Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Toni Toharudin di Balikpapan, Kamis.
Penguatan kebijakan tersebut diwujudkan melalui Lokakarya Praktik Pembelajaran Bernalar dan Berbasis Praktik bagi guru di Balikpapan. Kegiatan ini menghadirkan para kepala sekolah dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK, hingga madrasah se-Kota Balikpapan.
Deep learning merupakan metode belajar yang mengajak siswa memahami inti konsep secara mendalam, berpikir kritis, dan menghubungkan pelajaran dengan kehidupan nyata, sehingga siswa tidak sekadar menghafal materi untuk mengejar nilai ujian.
Melalui pendekatan ini, guru berperan memicu rasa ingin tahu dan daya nalar siswa agar ilmu yang dipelajari dipahami dalam jangka panjang.
Sementara itu, pendekatan STEM menggabungkan ilmu sains, teknologi, teknik, dan matematika secara terpadu untuk melatih siswa memecahkan masalah nyata.
Dalam praktiknya, siswa diajak melakukan eksperimen, membuat proyek, atau merancang solusi atas persoalan sehari-hari dengan memanfaatkan logika ilmiah dan teknologi.