Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis mempercepat pemahaman tenaga pendidik terhadap program prioritas Kemendikdasmen selaku ujung tombak proses pembelajaran di satuan pendidikan.
Toni menegaskan, kolaborasi bersama Anggota DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Timur Hetifah Sjaifudian dibutuhkan agar kebijakan pendidikan pusat tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan diterapkan secara nyata di kelas.
Ia menjelaskan, pembelajaran bernalar dan pemecahan masalah berbasis STEM dirancang untuk mendongkrak kualitas proses belajar mengajar secara masif. Oleh karena itu, pemahaman metode baru ini perlu diperluas ke daerah dengan melibatkan DPR RI melalui fungsi pengawasan dan penguatan sosialisasi.
"Program prioritas ini sangat bisa mendorong percepatan kualitas, sehingga kami harus lakukan secara masif termasuk melalui anggota DPR," ujar Toni.
Untuk memastikan penerapan metode mengajar baru ini di sekolah, BKPDM menyiapkan mekanisme pemantauan terhadap perubahan pola belajar di setiap satuan pendidikan. Pemantauan dilakukan secara berkala melalui sistem pemantauan digital (dashboard monitoring system).
"Program ini kami awasi di bawah kendali Kepala Pusat untuk me-monitoring bagaimana perubahan yang terjadi di lapangan melalui dashboard monitoring system untuk pembelajaran mendalam ini," tutur Toni.