Rahmawati menyinggung, siswa belum sampai ke level evaluasi dan merefleksi untuk menjelaskan dan menggabungkan berbagai sumber informasi. Hal ini masih menjadi tantangan nyata pembelajaran di sekolah.
Ia menggambarkan penugasan membaca di sekolah masih sekedar membaca dan menulis ringkasan. Siswa tidak dipandu lebih jauh, sehingga pada akhirnya hanya meringkas berbagai hal yang tersurat tapi informasi tersirat terabaikan.
Untuk membantu siswa mencapai level mampu melakukan evaluasi dan refleksi, Rahmawati menyarankan satu metode. Murid dibagi dalam beberapa kelompok dan diberi tugas membaca buku.
"Nah dari buku bacaan tertentu itu sebenarnya guru tahu ini temanya sama, ini membahas hal yang sama, tapi sudut pandangnya berbeda. Setiap kelompok silakan memahami," jelasnya.
Penugasan tersebut akan berujung dengan diskusi antar kelompok tentang buku yang dibahas. Metode ini menjadi salah satu contoh pemberian penugasan yang lebih komprehensif.