Kapusmendik menegaskan aktivitas literasi di kelas perlu dilakukan lebih beragam, tidak cukup pembiasaan membaca 15 menit. Perlu ada aktivitas tambahan agar murid bisa paham hingga mampu mengevaluasi.
"Sesudah membaca kita perlu melakukan aktivitas untuk memastikan mereka (siswa) paham, bisa membandingkan, bisa menyimpulkan, mereka bisa melakukan integrasi antar semua bacaan sampai akhirnya dia mampu mengevaluasi," tegasnya.
Ia mengatakan, ada harapan agar literasi siswa Indonesia sampai tahap mampu mengevaluasi suatu hal. Hal ini bisa dicapai dengan menerapkan berbagai aspek literasi di aktivitas keseharian siswa.
"Nah, kita apakah mau sampai di sana (tahap mampu mengevaluasi)? Kita pasti inginnya sampai di sana. Tapi bagaimana kita menerjemahkannya menjadi aktivitas keseharian, baik literasi di rumah, literasi di sekolah, dan literasi di lingkungan masyarakat ini menjadi sangat penting," tekan Rahmawati lagi.