NADIKABAR.COM β€” Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat pendidikan karakter di 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) melalui pengembangan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dan pencak silat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti di Jakarta, Kamis malam, mengatakan penguatan tersebut dilakukan dengan menyiapkan 102 pembina dan pelatih melalui Kursus Pengelola Gugus Depan dan Penataran Pelatih Pencak Silat Nasional.

Ia mengatakan kolaborasi dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) itu menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, serta ketangguhan fisik dan mental murid.

Mendikdasmen Mu’ti menegaskan SNT diarahkan untuk membentuk generasi Indonesia yang unggul secara intelektual, berkarakter kuat, serta memiliki keseimbangan jasmani dan rohani.

β€œBagaimana agar lembaga pendidikan khususnya sekolah-sekolah unggul ini memang tidak hanya mencetak generasi yang unggul secara intelektual, tapi juga harus anggun secara moral dan memiliki fisik dan jasmani serta rohani yang kuat,” ujar Mendikdasmen Mu’ti.

Menurutnya, pendidikan karakter perlu dikembangkan secara menyeluruh melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olahraga.

Kegiatan Pramuka dan pencak silat, kata dia, menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai tersebut melalui pengalaman belajar yang nyata.

Menurut dia, pencak silat tidak hanya mengajarkan keterampilan bela diri, namun juga pengendalian diri, ketahanan mental, dan pembentukan kepribadian.

Sementara itu, lanjutnya, Pramuka mengembangkan kemandirian, kepemimpinan, kerja sama, serta kepedulian sosial.

β€œKami memiliki prinsip bahwa mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua itu tidak dapat kita lakukan tanpa dukungan dan partisipasi semesta,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Waseso menyampaikan, gugus depan memiliki peran penting sebagai tempat berlangsungnya pendidikan kepramukaan secara berkesinambungan.

β€œDi sanalah peserta didik kita belajar tentang arti kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kepemimpinan, kerja sama, kepedulian sosial, serta rasa cinta terhadap tanah air,” katanya.

Menurut Budi, pendidikan formal dan kepramukaan harus saling melengkapi.

Melalui integrasi kegiatan Pramuka di SNT, gugus depan diharapkan dapat berkembang menjadi wadah pembinaan karakter yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan zaman.