NADIKABAR.COM — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyalurkan santunan kepada guru dan siswa terdampak gempa di Kabupaten Ngada dan Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Adapun santunan yang diberikan senilai total Rp 305 juta.

Santunan duka diberikan dengan total Rp 25 juta, terdiri atas Rp 10 juta untuk satu guru yang meninggal dunia dan masing-masing Rp 5 juta bagi tiga siswa yang meninggal dunia akibat bencana. Kemudian, santunan sebesar Rp 270 juta diberikan kepada guru yang mengalami luka-luka dan Rp10 juta kepada siswa yang mengalami luka-luka.

Bantuan tersebut diberikan saat kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, ke SD Inpres Ngelapadhi pada Senin (24/8). Dalam kunjungannya, Mendikdasmen juga berdialog langsung dengan para siswa.

Di tengah suasana pascagempa, para siswa menyambut hangat kedatangan Mendikdasmen dengan lagu Rukun Sama Teman. Mendikdasmen juga turut menyanyikan lagu tersebut bersama para siswa.

Ia kemudian menyapa dan berdialog dengan anak-anak dan menanyakan cita-cita mereka. Salah satu siswa dengan percaya diri menjawab, "Cita-cita saya menjadi TNI."

Jawaban sederhana itu disambut positif dari Mendikdasmen. "Terus semangat belajar, tidak menyerah, dan jangan takut untuk bercita-cita tinggi," ucapnya.

Selain santunan, Kemendikdasmen juga menyiapkan dana tunai sebesar Rp 860 juta dalam bentuk voucher bagi 61 sekolah terdampak. Logistik mendasar juga disalurkan dalam bentuk 9.400 buku nonteks, 495 school kit, 30 family kit, 1.000 kaos, dan 1.650 paket.

Sampai saat ini, pemerintah terus melakukan pendataan terhadap sekolah terdampak bencana gempa NTT. Data akan digunakan untuk mengetahui kebutuhan apa yang perlu diberikan. Setelah pendataan selesai, Kemendikdasmen menyatakan, pihaknya akan menyiapkan dokumen kemudian dilanjutkan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS).