Upaya tersebut, lanjutnya, didukung Program Indonesia Pintar (PIP) bagi anak dari keluarga yang membutuhkan, serta Partisipasi Semesta yang melibatkan pemerintah, keluarga, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.

Perluasan akses, menurut Suharti, harus disertai peningkatan kompetensi pendidik dan penyediaan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta mendukung tumbuh kembang anak.

Pada kesempatan yang sama, Direktur SEAMEO CECCEP Vina Adriany menyampaikan capaian Centre sepanjang tahun fiskal 2025/2026, yang mencakup penelitian dan pengembangan, peningkatan kapasitas, advokasi kebijakan, serta kemitraan regional.

Ia menekankan pentingnya upaya bersama untuk memastikan setiap anak memperoleh akses terhadap layanan pendidikan dan pengasuhan anak usia dini yang berkualitas, serta memastikan anak-anak dan keluarga di seluruh Asia Tenggara mendapatkan dukungan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.