NADIKABAR.COM β Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai menyalurkan tunjangan profesi guru (TPG) secara bertahap, dengan status penyaluran TPG bagi guru non-ASN sudah mencapai 75 persen.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani menyampaikan permintaan maaf kepada para guru maupun tenaga kependidikan yang mengalami keterlambatan penyaluran TPG pada kuartal tiga tahun ini.
βPertama-tama, tentu kami mohon maaf atas tertundanya penyaluran tunjangan guru yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. Saya sangat memahami bagi bapak-ibu guru tunjangan itu bukan sekedar angka. Saya ikut merasakan dan memahami betul kegelisahan bapak-ibu. Dan alhamdulillah dari berbagai sumber yang saya dapatkan beberapa hari yang lalu, TPG bapak-ibu guru sudah cair ya, sudah mulai tersalur secara bertahap,β kata Dirjen GTK Nunuk Suryani saat dihubungi di Jakarta Pusat pada Kamis sore.
Berdasarkan hasil rekapan sementara, ia menyebutkan penyaluran tunjangan profesi bagi guru non-ASN saat ini sudah mencapai 75 persen, dengan periode penyaluran beragam, mulai dari pencairan tunjangan untuk bulan Juli hingga Oktober.
βIya rata-rata sudah mencapai 75 persen. Bagi guru ASN maupun non-ASN yang datanya valid, pencairan tidak ada masalah dan dilakukan langsung oleh Kemenkeu,β imbuh Nunuk.
Ia pun mengatakan proses pencairan seluruh data yang sudah dinyatakan valid akan dilakukan secara bertahap hingga maksimal akhir bulan Oktober sehingga meminta para guru ASN maupun non-ASN untuk melakukan pengecekan secara berkala.
Nunuk menambahkan, bagi guru yang datanya valid, namun belum menerima pencairan tunjangan hingga akhir bulan Oktober, dapat melaporkan kondisi tersebut secara langsung melalui kanal https://ult.kemendikdasmen.go.id/, melalui saluran telepon 177, maupun melalui surat elektronik yang ditujukan kepada pengaduan@kemendikdasmen.go.id.
βJadi ibu bapak guru tidak perlu capek-capek atau jauh-jauh datang ke Jakarta ya, silakan kontak saja ke Kemendikdasmen, kami akan membantu menelusurinya,β kata Nunuk.