Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas pihak, mengingat masih terdapat kesenjangan penanganan stunting antardaerah.

Dalam forum bersama mitra global PBB, Kemendukbangga/BKKBN juga membuka peluang kerja sama untuk memperoleh dukungan para ahli, mitra global, hingga para pemangku kepentingan guna mempercepat penurunan stunting.

Prevalensi stunting secara nasional berdasarkan hasil SSGI tahun 2025 berada di angka 19,8 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut bisa terus turun hingga 14,2 persen pada tahun 2029 dengan target menuju lima persen pada tahun 2045.