"Karena dengan kita menyalakan HP, itulah pasarnya kita. Itulah akses ke pasar kita. Bukan hanya 280 juta orang, tapi 8 miliar orang," ujarnya.

Irene juga menyoroti pentingnya mengembangkan produk berbasis budaya Indonesia melalui pendekatan pemasaran yang menonjolkan cerita dan makna di balik produk.

Menurut dia, kekayaan budaya nasional dapat menjadi keunggulan bagi produk Indonesia dalam menghadapi persaingan dengan negara lain.

Ia mencontohkan batik yang memiliki beragam motif dengan makna tersendiri. Pemahaman terhadap cerita di balik motif tersebut dapat meningkatkan daya tarik batik bagi konsumen, termasuk wisatawan dan pelaku bisnis mancanegara.

Oleh karena itu, Irene mendorong pelaku usaha untuk tidak hanya mempromosikan batik sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan, tetapi juga sebagai produk yang memiliki nilai, identitas, dan cerita yang relevan dengan konsumen.