Desainer komunikasi visual Edo Tirtadarma sebagai pemberi materi menyoroti potensi keunikan lokal, seperti pemanfaatan limbah gonggong khas Batam, untuk membangun identitas dan cerita produk yang membedakannya dari kompetitor.
Sementara itu, materi pemasaran yang disampaikan Ardyansyah membahas integrasi branding, pemasaran (marketing), dan penjualan (selling) agar promosi digital berujung pada transaksi. Instagram dan TikTok dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk, WhatsApp Business untuk berkomunikasi dengan pelanggan, sedangkan marketplace memfasilitasi penjualan.
Peserta juga berkesempatan untuk konsultasi privat (one-on-one) guna mengevaluasi desain, kemasan, dan strategi pemasaran sesuai kebutuhan masing-masing usaha.
Direktur Arsitektur dan Desain Kemenekraf Megawati Panjaitan mengatakan, peningkatan kualitas produk membutuhkan pendampingan dan praktik nyata agar pelaku usaha dapat berkembang.
βProduk kreatif tidak cukup hanya menarik, tetapi harus memiliki nilai tambah agar mampu bersaing. Hari ini kami hadir bersama pembicara yang sudah sangat berpengalaman di bidang arsitektur dan desain, untuk berbagi pengetahuan, wawasan, serta praktik nyata yang dapat diterapkan langsung oleh para pelaku ekonomi kreatif di Batam, agar pelaku ekonomi kreatif kita benar-benar bisa naik kelas,β kata Megawati.