Subsektor kuliner disebut memiliki peluang besar untuk menembus pasar internasional. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor produk pangan Indonesia ke pasar dunia mencapai sekitar 59,04 miliar dolar AS pada 2025.

Potensi ini ditopang oleh kekayaan bahan baku lokal, rempah-rempah, keragaman cita rasa, serta cerita budaya Nusantara yang menjadi keunikan produk kuliner Indonesia.

Amerika Serikat menjadi pasar ekspor produk pangan Indonesia terbesar kedua setelah Tiongkok. Pada 2025, nilai ekspor produk pangan Indonesia ke AS mencapai 5,97 miliar dolar AS, meningkat 14,06 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 5,23 miliar dolar AS. Angka tersebut menyumbang sekitar 10,1 persen dari total ekspor pangan Indonesia ke dunia.

Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu mengatakan keikutsertaan Kementerian Ekraf dalam Trade Expo Indonesia merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membawa produk ekonomi kreatif Indonesia lebih dekat dengan pasar global.

“Kami ingin memastikan bahwa kreativitas dan kekayaan budaya Indonesia dapat dikonversi menjadi nilai ekonomi melalui perluasan akses pasar, peningkatan jejaring bisnis dan peluang ekspor,” ujar Yuke.