NADIKABAR.COM — Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memperkuat inovasi produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kuliner daerah sebagai salah satu strategi menjaga daya saing produk kreatif sekaligus mempertahankan minat beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Program Masak Bersama Master (MASAMO) di Desa Alue Jang Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya, yang melibatkan 45 pegiat usaha kuliner, untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai tambah dan memiliki daya saing pasar.
Direktur Kuliner Kemenekraf Romi Astuti dalam keterangan diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan pengembangan ekonomi kreatif perlu bertumpu pada potensi daerah agar mampu menciptakan peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
"Melalui kegiatan MASAMO, kita ingin menunjukkan bahwa dari bahan pangan lokal yang sederhana, sentuhan kreativitas dapat melahirkan produk baru yang tidak hanya menarik, tetapi juga bernilai jual," ujar Romi.