NADIKABAR.COM β€” Kementerian Haji dan Umrah bersama Kementerian Dalam Negeri berkolaborasi dalam memperkuat penyelenggaraan haji, salah satunya pemadanan data calon jamaah haji dalam masa tunggu agar akurat.

β€œPemadanan data antara Siskohat dan Dukcapil ini merupakan langkah tegas kami untuk melindungi hak-hak jamaah sekaligus mencegah terjadinya manipulasi, perubahan, atau permainan data yang pernah ditemukan di masa lalu,” ujar Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan langkah pemadanan data ini untuk melakukan validasi dan memperbarui informasi kependudukan para calon jamaah haji secara real-time.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui integrasi langsung antara Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) milik Kemenhaj dengan basis data kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri.

Melalui integrasi ini, kata dia, pemerintah memastikan seluruh informasi identitas, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), domisili terkini, status kependudukan, hingga ahli waris, selaras dengan kondisi dan identitas sebenarnya di lapangan.