NADIKABAR.COM — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan strategi pengaturan mobilitas darat menghadapi Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 melalui pemeriksaan keselamatan, pemetaan titik rawan, serta koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi kepadatan perjalanan masyarakat.
"Dalam rangka mengantisipasi kepadatan mobilitas masyarakat di masa libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menyusun langkah strategi untuk mengatur perjalanan masyarakat pada momen tersebut," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan di Jakarta, Selasa.
Dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 serta Persiapan Penyelenggaraan Masa Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 yang digelar di Kantor Kemenhub, Aan menyatakan koordinasi dan komunikasi menjadi kunci pengaturan mobilitas di lapangan.
"Puncak arus pergerakan orang pra Natal diprediksi jatuh pada tanggal 23-24 Desember 2026, sementara pasca Natal diprediksi pada tanggal 27-28 Desember 2026," ujar Aan.
Untuk puncak pergerakan pra Tahun Baru 2027 diprediksi pada tanggal 30-31 Desember 2026 dan pasca Tahun Baru diprediksi pada tanggal 3-4 Januari 2027.
Kemenhub memastikan kesiapan angkutan orang pada masa Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 melalui pemeriksaan keselamatan atau rampcheck terhadap bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan pariwisata.