Rencana pembangunan rel kereta api logistik di Kaltim memiliki rekam jejak panjang. Pada masa jabatan Gubernur Awang Faroek Ishak periode 2008–2018, Pemprov Kaltim sempat bekerja sama dengan BUMN perkeretaapian Rusia, JSC Russian Railways, melalui anak usahanya PT Kereta Api Borneo.
Melalui kerja sama tersebut, Pemprov Kaltim mengirimkan puluhan mahasiswa ke St. Petersburg State Transport University di Rusia untuk mempelajari ilmu perkeretaapian sebagai calon sumber daya manusia (SDM) pengelola.
Proyek jalur kereta api logistik batu bara dan sawit itu juga sempat diresmikan melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Presiden Joko Widodo di kawasan Buluminung, Penajam Paser Utara, pada 19 November 2015.
Namun, pada Maret 2022, PT Kereta Api Borneo resmi mengundurkan diri dan membatalkan rencana investasi pengangkutan komoditas tersebut akibat kendala efisiensi bisnis dan kondisi ekonomi global.