Kini, pemerintah pusat kembali mengkaji ulang skema perkeretaapian di Kaltim guna mendukung efisiensi distribusi sumber daya alam serta konektivitas kawasan pendukung Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurut AHY, moda transportasi kereta api di berbagai negara telah menjadi tulang punggung konektivitas, terutama dalam menopang arus distribusi barang dan angkutan logistik skala besar.
Kaltim memiliki potensi komoditas melimpah seperti batu bara hingga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang membutuhkan moda transportasi tangguh untuk menjangkau berbagai kawasan industri dan pelabuhan.
Peningkatan kapasitas moda transportasi logistik tersebut diarahkan untuk menghubungkan rantai pasok ke pasar domestik maupun kebutuhan ekspor ke pasar global.