Untuk mewujudkan hal tersebut, Dudy mengatakan, telah dilakukan berbagai upaya diplomasi, baik melalui forum internasional, pertemuan bilateral, serta komunikasi langsung dengan sejumlah negara ICAO. Dalam upaya-upaya tersebut, Indonesia memiliki empat pesan utama yang disampaikan.
Hingga 6 November 2026, Indonesia telah memperoleh dukungan tertulis dari 28 negara dan indikasi dukungan lisan dari 69 negara. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk terus memperkuat upaya diplomasi menjelang pemilihan anggota Dewan ICAO.
Pertama, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia sekaligus salah satu pangsa pasar penerbangan besar di kawasan Asia Pasifik. Dengan karakteristik tersebut, Indonesia memiliki perspektif dan pengalaman penting dalam pengembangan penerbangan sipil internasional.
Kedua, Indonesia memiliki komitmen dan rekam jejak yang kuat dalam ICAO. Komitmen ini telah diwujudkan melalui berbagai pekerjaan teknis, program peningkatan kapasitas, serta partisipasi aktif dalam berbagai inisiatif penerbangan tingkat regional maupun global.
Ketiga, Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjadi jembatan penghubung antarkawasan, antarnegara maju dan berkembang, serta antarberbagai pemangku kepentingan penerbangan yang memiliki kepentingan dan latar belakang berbeda.