"Sebagai langkah antisipasi, pemasangan oil boom dilakukan untuk menahan penyebaran minyak dan meminimalkan risiko pencemaran di area tersebut. Kegiatan ini melibatkan TB Rijaluta, RIB Cilegon, dan RIB Plaju," tutur Lollan.
KSOP Kelas I Banten bersama VTS Merak juga terus melakukan koordinasi dan pemantauan guna memastikan pergerakan kapal berlangsung dengan aman. Upaya itu dilakukan agar keselamatan pelayaran tetap terjaga dan pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Merak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Lebih lanjut Lollan menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry untuk mempersiapkan proses pengangkatan KMP Batumandi melalui operasi salvage.
Saat ini, kata dia, pembahasan lebih lanjut tengah dilakukan terkait rencana pelaksanaan operasi salvage, termasuk penunjukan perusahaan penyedia jasa salvage (salvor).
"Persiapan tersebut dilakukan agar proses pengangkatan kapal dapat segera dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keselamatan, keamanan, serta kondisi perairan di sekitar lokasi kejadian," jelas Lollan.