Penguatan kesiapan awak kapal memerlukan keterlibatan berkelanjutan dari manajemen perusahaan dan jajaran kapal. Pelatihan perlu diikuti evaluasi terhadap pemahaman prosedur, koordinasi personel, kesiapan peralatan, serta kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan latihan.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Perhubungan mendorong penguatan kerja sama antara regulator dan operator dalam membangun budaya keselamatan pelayaran.
“Awak kapal Pelni diharapkan semakin siap menghadapi situasi darurat serta memberikan perlindungan dan pelayanan yang aman bagi seluruh penumpang,” kata Samsuddin.
Adapun kegiatan tersebut turut dihadiri Komisaris Independen Pelni Sosialisman Hidayat Hasibuan, Direktur SDM dan Umum Pelni Heri Purnomo, serta Kepala DPA QHSSE Capt. Aldrin Dalimunte.
Kehadiran jajaran komisaris dan manajemen perusahaan menjadi momentum untuk memperkuat keterlibatan perusahaan dalam pembinaan awak dan peningkatan kesiapan menghadapi keadaan darurat.