NADIKABAR.COM β Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat operasi SAR KMP Virgo Transport 8 melalui dukungan armada, reefer container, serta percepatan koordinasi salvage guna memperlancar evakuasi korban dan penanganan kapal tenggelam.
"Untuk mendukung proses evakuasi korban, Ditjen Perhubungan Laut telah menyiapkan tiga unit reefer container (peti kemas pendingin) sebagai sarana penampungan sementara jenazah," kata Pelaksana tugas (Plt) Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Triono terkonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan ketiga reefer container tersebut dikirim dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut diproyeksikan tiba pada hari ini.
βSelanjutnya, kontainer tersebut akan digunakan untuk mendukung proses evakuasi jenazah dari lokasi tenggelamnya kapal,β ujar Triono.
Dalam mendukung operasi SAR, Ditjen Perhubungan Laut juga mengerahkan sejumlah Kapal Negara, antara lain KN Kunyit, KN.P.211 Grantin dan KN Miang Besar. Ketiga kapal tersebut ditempatkan pada sektor tertentu sesuai rencana operasi SAR Gabungan.
KN Miang Besar ditempatkan pada Ring 1 bersama KN SAR Pacitan, KRI Nala dan KRI Canopus. Sementara KN.P.211 Grantin berada pada Ring 2 bersama KP Orca 06 dan KN SAR Wisanggeni. Adapun KN Kunyit dipersiapkan untuk mendukung pemasangan reefer container di lokasi operasi.
Sejalan dengan pelaksanaan operasi SAR, Ditjen Perhubungan Laut juga terus mengoordinasikan proses salvage untuk mengangkat KMP Virgo Transport 8 bersama pemilik kapal, surveyor dan adjuster, serta pihak asuransi.
Sebagai bagian dari proses tersebut, telah dilakukan survei bawah air dengan melibatkan penyelam dan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk mengetahui kondisi kapal dan menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Berdasarkan perkembangan dalam rapat koordinasi penanganan salvage pada Senin (21/9), proses penetapan status kapal sebagai Total Loss juga terus dipercepat.
"Penetapan status tersebut diperlukan agar kapal dapat dinyatakan sebagai kerangka kapal, sehingga proses salvage dapat segera dilakukan," bebernya.
Terpisah, penyelam gabungan dari Basarnas Special Group (BSG) dan TNI AL berhasil menemukan dan mengevakuasi sembilan jasad korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di Laut Jawa pada Rabu atau hari ke-11 operasi pencarian dan pertolongan (SAR).
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii dalam keterangan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu, mengatakan sembilan jasad dievakuasi dari dalam bangkai kapal yang tenggelam di perairan Laut Jawa.
βDalam kondisi arus bawah laut dan visibilitas yang menantang, para penyelam gabungan terus menyisir bagian dalam kapal hingga berhasil menemukan korban,β ujarnya.
Dari total sembilan korban meninggal dunia itu, tim penyelam sebelumnya berhasil menemukan satu jasad pada siang hari sekitar pukul 11.20 WITA, setelah itu penyelaman dilanjutkan dan berhasil menemukan delapan jasad, sehingga total korban meninggal yang berhasil ditemukan sejak pagi hingga sore hari sebanyak sembilan korban meninggal dunia.
Dengan ditemukannya sembilan korban meninggal itu, hingga Rabu pukul 17.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 135 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 27 orang meninggal dunia, sementara 108 korban masih proses pencarian dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Jumlah tersebut belum termasuk dari temuan nelayan terhadap satu korban meninggal dunia di perairan Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Selasa (22/9).
Jasad tersebut masih menjalani proses identifikasi di RS Bhayangkara Banjarmasin untuk memastikan bahwa temuan tersebut apakah korban kecelakaan KM Virgo atau disebabkan hal lain.