NADIKABAR.COM — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat respons menghadapi bencana melalui koordinasi lintas pemangku kepentingan guna menjaga keselamatan penerbangan, mempercepat penanganan darurat, serta mempertahankan kelancaran layanan transportasi udara nasional.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Achmad Setiyo Prabowo mengatakan keselamatan, menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional penerbangan ketika menghadapi kondisi darurat agar layanan masyarakat tetap berjalan aman dan lancar.

"Fokusnya kita, konsennya kami dalam rangka memastikan seluruh sektor yang bergerak di dunia penerbangan itu dapat berjalan dengan selamat, aman, nyaman, dan juga lancar," kata Achmad dalam Lokakarya Forum Wartawan Perhubungan di Bandung, Jawa Barat, Jumat.

Kemenhub mencatat beberapa kejadian bencana terbaru menjadi pembelajaran penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan sektor penerbangan nasional terutama menghadapi gangguan yang dapat mempengaruhi operasional bandar udara dan perjalanan udara masyarakat secara luas.

Pertama, dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatra, terdapat sejumlah bandara terdampak serta beberapa penerbangan mengalami pembatalan dan penundaan akibat kondisi lingkungan yang tidak mendukung keselamatan penerbangan.

Kondisi itu mendorong Kemenhub terus melakukan evaluasi agar dampak gangguan operasional dapat diminimalkan dengan target ideal seluruh penerbangan tetap berlangsung tanpa hambatan meskipun terdapat situasi darurat berada di luar kendali.