NADIKABAR.COM β Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan langkah strategis menghadapi angkutan laut Natal dan Tahun Baru 2026/2027 (Nataru) melalui penguatan armada, fasilitas pelabuhan, pengawasan keselamatan, serta kesiapan layanan penumpang.
"Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus mematangkan persiapan penyelenggaraan angkutan laut dan penyeberangan menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Samsuddin, di Jakarta, Rabu.
Dia menyampaikan kesiapan armada, fasilitas pelabuhan, pelayanan penumpang, hingga pengawasan keselamatan pelayaran diperkuat untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung selamat, aman, tertib, dan lancar.
Samsuddin menegaskan keselamatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan angkutan libur akhir tahun. Peningkatan mobilitas masyarakat harus diimbangi dengan kesiapan operasional dan pengawasan yang optimal.
"Sebagai langkah konkret, Ditjen Perhubungan Laut melaksanakan uji kelaiklautan terhadap 2.140 kapal pada 1-30 November 2026," ujarnya.
Pemeriksaan mencakup alat keselamatan dan pemadam kebakaran, jalur evakuasi, kondisi mesin dan navigasi, serta kesiapan awak kapal dalam menghadapi keadaan darurat. Pelaksanaan safety drill dan self inspection juga diperkuat untuk memastikan prosedur keselamatan dipahami dan dilaksanakan dengan baik.
βTidak boleh ada kompromi terhadap aspek keselamatan," katanya menegaskan.
Dia meminta seluruh unit pelaksana teknis (UPT) memastikan pemeriksaan dilaksanakan secara menyeluruh dan setiap temuan ditindaklanjuti. Kapal yang belum memenuhi persyaratan keselamatan tidak boleh dioperasikan.
Untuk memperkuat koordinasi, kata dia lagi, Posko Terpadu Angkutan Nataru direncanakan beroperasi pada 18 Desember 2026 hingga 6 Januari 2027, dengan pemantauan data penyelenggaraan angkutan berlangsung hingga 8 Januari 2027.