NADIKABAR.COM — Kementerian Kehutanan Republik Indonesia melalui Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri menggelar Hutan.ID Fest 2026 yang diikuti oleh 28 peserta dari berbagai instansi di Pekanbaru, Provinsi Riau, 23-25 Oktober 2026.

Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut RI, Ristianto Pribadi mengatakan festival ini hadir di Bumi Lancang Kuning sebagai ruang interaksi inklusif yang menyajikan pameran, talkshow, diskusi, hingga pagelaran budaya tradisional. Perhelatan ini mengusung tema "Bangga Hutan Indonesia"

"Peserta mulai dari instansi pemerintah, BUMN (badan usaha milik negara), komunitas pencinta alam, budayawan, hingga pegiat usaha kehutanan. Ini menandai semangat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian alam nusantara," katanya di Pekanbaru, Jumat.

Menurutnya inisiatif penyelenggaraan Hutan.ID Fest 2026 lahir dari kebutuhan untuk mendekatkan realitas pengelolaan lingkungan kepada publik dan menjembatani kesenjangan informasi di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa penyebarluasan wawasan konservasi harus menyentuh akar rumput.

"Hutan.ID Fest 2026 diselenggarakan untuk menjembatani gap informasi yang saat ini terasa, serta bertujuan agar semua informasi mengenai pembangunan hutan dan kehutanan tersebar sampai tingkat tapak, dan dapat mengedukasi masyarakat secara merata sampai pelosok," ungkapnya.

Lebih dari sekadar ajang diseminasi informasi, festival ini lanjutnya didedikasikan secara khusus untuk merangkul generasi muda dan memberikan manfaat edukasi langsung bagi masyarakat luas. Melalui pameran dan interaksi dengan berbagai pemangku kepentingan, masyarakat diberikan akses untuk melihat lebih dekat berbagai inovasi produk hasil hutan, praktik baik konservasi, serta peluang partisipasi dalam menjaga lingkungan.

Pendekatan ini tambahnya diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan yang mendalam terhadap kekayaan ekosistem hutan Indonesia di kalangan kaum muda. Pada akhirnya, Hutan.ID Fest 2026 bukan hanya sebuah acara, melainkan investasi nilai luhur bagi masa depan ekologi yang berkelanjutan.

"Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kepedulian untuk menjaga hutan dan alam Indonesia, sehingga anak cucu kita kelak tetap dapat menikmati warisan hasil pembangunan kita saat ini," tutur Ristianto.

Sementara itu Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah Riau M. Job Kurniawan mengapresiasi Kemenhut membangun kesadaran bahwa keberadaan hutan berkaitan langsung dengan kehidupan ekonomi kebudayaan dan masa depan masyarakat. Bagi Riau menjaga hutan merupakan bagian penting dari tanggung jawab pembangunan daerah.

"Kita membeli hutan lebih kurang 5,3 juta hektar, kita memiliki gambut lebih kurang 3,9 juta ha dan memiliki kawasan pesisir yang memberikan manfaat besar. Namun kita juga masih menghadapi persoalan yang hari ini kita rasakan kebakaran hutan dan lahan yang berdampak langsung bagi masyarakat dalam bentuk kabut asap dan sebagainya," ujarnya.