NADIKABAR.COM — Kementerian Kesehatan mengatakan, lebih dari 2,4 juta lansia tercatat mengalami ISPA sepanjang Januari—Agustus 2026, sehingga perlindungan melalui vaksinasi influenza tahunan perlu diperluas terutama di wilayah padat penduduk guna menekan risiko komplikasi pada lansia.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi mengatakan, Influenza pada lansia adalah sebuah ancaman yang kerap luput dari perhatian publik, padahal dampaknya bisa sangat serius.
Lansia merupakan kelompok usia yang paling rentan terhadap penyakit pernapasan karena sistem imun yang melemah, fungsi organ yang menurun, serta adanya penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan jantung.
"Ketika influenza menyerang, risiko komplikasi seperti pneumonia meningkat tajam, dan hal ini dapat berujung pada kematian bila tidak segera ditangani," ujar Imran.
Dia menyebutkan bahwa beban penyakit kronis yang lebih tinggi, seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas, memperbesar efek polusi, sementara penggunaan obat tertentu membuat mereka lebih sensitif terhadap perubahan oksigenasi dan tekanan darah.