"Kombinasi faktor penyakit kronis, keterbatasan fungsional, dan penurunan kognisi ini menjadikan influenza pada lansia bukan sekadar penyakit musiman, tetapi ancaman serius yang dapat menurunkan kualitas hidup dan martabat mereka," katanya.

Polanya jelas, katanya, di mana kasus influenza melonjak di awal tahun, menurun pada pertengahan, lalu kembali naik di bulan Agustus. Tren ini sejalan dengan laporan media massa yang menyebutkan adanya lonjakan kasus influenza A, termasuk subtipe H3N2 yang dikenal sebagai “super flu”, pada September 2026.

Secara global, katanya, WHO memperkirakan influenza musiman menyebabkan 290 ribu hingga 650 ribu kematian per tahun, dengan proporsi terbesar terjadi pada lansia.

Influenza, katanya, adalah salah satu jenis infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang khusus disebabkan oleh virus influenza tipe A, B, atau C, dengan gejala khas seperti demam tinggi mendadak, batuk kering, nyeri otot, dan kelelahan.

"Jadi, influenza termasuk dalam kategori ISPA, tetapi tidak semua ISPA adalah influenza. Influenza lebih menular dan berpotensi fatal, terutama bagi lansia dan kelompok dengan penyakit kronis, sehingga perlu perhatian khusus dalam pencegahan dan penanganannya," katanya.