"Dan ini untuk kita kategorikan untuk balita dan di atas balita. Untuk kasus balita itu ada sekitar 40.363 pasien atau kasus. Nah, ini semua terdampak dari data 7 provinsi," katanya.

Suyanti menjelaskan imbas karhutla terhadap kesehatan. Dia menyebut karhutla bisa menyebabkan ISPA, iritasi mata, hingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

"Asap dari karhutla ini mengandung partikel halus PM2,5, kemudian berbagai polutan lain yang tentunya mengganggu kesehatan. Dampaknya dapat berupa infeksi saluran pernapasan akut dengan gejala batuk, sesak napas, pilek, dan radang tenggorokan; kemudian asma, PPOK atau penyakit paru osbtruktif kronis," ungkap dia.