NADIKABAR.COM — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) mengecam keras kasus perundungan di Surabaya serta menuntut penerapan nol toleransi terhadap kekerasan yang mengincar kepada anak dengan disabilitas.Ketua Umum POTADS, Eliza Rogi dalam kegiatan jalan sehat bersama anak down syndrome di Jakarta, Minggu mengungkapkan kepiluan mendalam atas tragedi yang menimpa seorang anak penyandang down syndrome berusia sepuluh tahun di Surabaya pada bulan lalu.

​"Apalagi, yang belum lama ini terjadi kejadian yang mengiris hati kami, dimana ada anak dengan down syndrome 10 tahun yang akhirnya harus meninggal karena dianiaya oleh orang di sekitarnya, anak kecil," kata Eliza.

Ia menilai peristiwa tragis tersebut menjadi cambuk bagi komunitas untuk terus mengintensifkan edukasi agar masyarakat tidak lagi menolak, apalagi menganiaya anak-anak disabilitas hanya karena perbedaan kondisi.