"Kemudian satu hal lagi yang juga penting adalah pemerintah setempat, apakah itu pemerintah pusat atau lokal memastikan di mana tenaga kesehatan itu bekerja, lingkungan kerjanya harus aman, nyaman, dan juga mereka diperhatikan kesejahteraannya," ujar Anna.

Ia menyebutkan bahwa berbagai rumusan konkret yang dihasilkan Konferensi AAAH disusun berdasarkan pengalaman terbaik masing-masing negara anggota agar dapat direplikasi oleh negara lain yang membutuhkan.

Dalam forum yang dihadiri perwakilan 22 negara anggota tersebut, Kemenkes dan AAAH menyepakati kerangka kerja bersama bertajuk Competence and Commitment Build a Resilient Health Workforce.

Kerangka tersebut menegaskan bahwa kompetensi dan komitmen merupakan fondasi utama dalam membangun SDM kesehatan yang tangguh di masa depan.

Anna menambahkan bahwa ini sesuai arahan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono tentang pentingnya kepedulian serta kolaborasi.