NADIKABAR.COM — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut ketersediaan alat elektrokardiogram (EKG) di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) masih terbatas, yakni sekitar 2.000 unit, sehingga pemeriksaan gangguan irama jantung belum dapat dilakukan secara optimal.
Hal tersebut disampaikan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid dalam konferensi pers peringatan Hari Jantung Sedunia bertajuk "Deteksi Dini Aritmia dan Rekomendasi Prosedur untuk Tingkatkan Kualitas Hidup" yang dihadirinya secara daring di Jakarta, Selasa.
Nadia mengatakan keterbatasan alat tersebut menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan skrining penyakit kardiovaskular di tingkat puskesmas.
"Sayangnya memang pemeriksaan EKG yang kita lakukan di level puskesmas ini karena ketersediaan EKG-nya masih terbatas, masih sekitar 2.000, sehingga belum banyak bisa melakukan skrining seperti yang kita harapkan," kata Nadia.