NADIKABAR.COM β€” Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan pengobatan tuberkulosis (TB) DKI Jakarta mencatatkan angka di atas 90 persen, namun cakupan pemberian Terapi Pencegahan TB (TPT) bagi kontak serumah di daerah itu masih relatif rendah, yakni sekitar 40 persen.

"Mengobati pasien yang sakit TB itu penting. Capaian pengobatan TB di Indonesia juga sudah sangat baik. Namun, kalau pencegahan melalui TPT dan pelacakan kontak erat tidak kita jalankan secara agresif, angka kasus TB tahun depan akan terus berulang," kata Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus di Jakarta, Kamis.

Karena itu, pihaknya berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, untuk memperkuat pencegahan tuberkulosis (TB) melalui pemberian Terapi Pencegahan TB dan pelacakan kontak erat untuk memutus rantai penularan guna eliminasi TB pada 2030.

β€œOleh karena itu, kita ubah paradigma berpikir kita. Setiap rumah sakit dan Puskesmas harus memastikan kontak serumah diperiksa dan mendapatkan TPT demi melindungi masa depan keluarga masyarakat,” kata Benny.

Berdasarkan data global, Indonesia menempati peringkat kedua dengan jumlah kasus TB terbanyak di dunia. Indonesia menyumbang sekitar 10 persen kasus TB global, dengan perkiraan 1,08 juta orang jatuh sakit dan 126.000 orang meninggal akibat TB setiap tahun.