Berbeda dengan daerah lain yang lebih banyak menemukan kasus TB di fasilitas kesehatan tingkat pertama, sebanyak 62-64 persen kasus TB di DKI Jakarta pertama kali ditemukan di rumah sakit. Menurutnya, kondisi ini menegaskan pentingnya peran rumah sakit, baik pemerintah, swasta, maupun TNI/Polri, dalam penanganan TB yang terintegrasi.
Untuk mempercepat penanggulangan TB, Kemenkes memperkuat infrastruktur diagnostik di DKI Jakarta. Seluruh Puskesmas dipastikan dilengkapi alat Tes Cepat Molekuler (TCM). Selain itu, tersedia alokasi 32 unit Portable X-Ray yang ringan dan mudah dibawa untuk melacak kontak erat hingga ke pemukiman padat penduduk.
"Kemenkes juga memastikan ketersediaan obat TPT secara gratis di seluruh rumah sakit pemerintah maupun swasta," katanya.
TPT merupakan pemberian obat pencegahan bagi orang yang berisiko tinggi atau memiliki kontak erat dengan pasien TB aktif, tetapi belum sakit TB. Terapi ini bertujuan mencegah infeksi TB laten berkembang menjadi TB aktif di kemudian hari.
Di lapangan, kader TB dan tim kesehatan berperan penting dalam menelusuri kontak erat dengan mendatangi rumah warga. Pemeriksaan rontgen serta pendampingan pemberian TPT secara ramah dan penuh perhatian membantu keluarga pasien merasa terlindungi dan mengurangi kecemasan terhadap risiko penularan TB di lingkungan tempat tinggal mereka.