"Di Banten misalnya, penemuan kasus mencapai 119 persen dan pengobatannya di atas 90 persen. Tapi tahun depan kasusnya tetap 50 ribu. Artinya apa? Di hilir kita hebat, tapi pencegahan di hulunya parah. Kalau cara kerja kita tidak diubah, mau sampai kapan TBC bisa diberantas," ungkap Benjamin.
Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sejak tingkat keluarga pasien TBC aktif. Orang yang tinggal serumah dengan pasien diwajibkan menjalani pemeriksaan dan menerima obat pencegahan.
"Kalau sakit langsung di obati, yang gak sakit langsung di kasih obat pencegahan. Makanya, x-ray dikirim ke puskesmas, obat-obatan pencegahan dikirim ke berbagai daerah," imbuhnya.
"Makanya sekarang kita memperbaiki pencegahannya. Kalau nggak, kasus TB gak turun-turun. Target kita ya tahun 2029, harus turun 50 persen," pungkas Benjamin.