"Pertama adalah yang akan kita tindaklanjuti membuat juknis yang lebih clear ya, bukan hanya Nutri Level, karena menurut mereka itu kan Nutri Level kurang ya," katanya.

Dia mengatakan, dalam pengemasan pangan, sebenarnya sudah ada nutrition fact, meski banyak yang mengeluhkan bahwa hal itu sulit dibaca.

"Tapi itu di negara-negara lain kan pakai nutrition fact, tidak ada yang lain. Nah yang sekarang kita akan lebih dorong itu adalah Nutri Level, baik pada pangan kemasan maupun pangan siap saji. Kita mulai dengan minuman siap saji dulu gitu ya. Kan nempelin Nutri Level itu untuk edukasi gitu ya," katanya.

Dia menjelaskan bahwa pemerintah bertindak sebagai fasilitator, agar masyarakat memiliki pilihan konsumsi.