Data Kemenkes menunjukkan setiap tahunnya ada 474 ribu kasus kanker, yang menyebabkan sekitar 25 ribu kematian. Menurutnya, sebenarnya teknologi seperti di RS Kanker Dharmais sudah mampu menangani penyakit kanker darah, tetapi masalahnya adalah pembiayaan.

Dari 10 pasien yang menjalani prosedur tersebut di RS Kanker Dharmais, katanya, empat orang layanannya dibayar oleh asuransi swasta.

"Nanti coba kita melakukan, saya memberikan tugas kepada Pak Aco sebagai Dirjen Kesehatan Lanjutan, untuk bernegosiasi dengan BPJS supaya terapi-terapi canggih yang berbiaya mahal ini juga dikover dan bisa dinikmati oleh masyarakat secara umum," kata Dante.