Karena itu, kata Atong, untuk mendukung perpindahan muatan berat dari jalan raya, diperlukan peran moda transportasi lain yang memiliki kapasitas angkut massal dan efisien, antara lain Kereta Api Logistik (Kalog) yang mampu mengangkut ratusan ton barang dalam satu rangkaian tanpa memberikan tekanan terhadap infrastruktur jalan.

Selain itu, transportasi laut juga memiliki peran strategis untuk mendukung pengiriman logistik jarak jauh antar pulau maupun antar provinsi secara efektif.

"Artinya, multimoda menjadi kunci utama agar logistik tetap murah dan efisien, sementara jalan raya tetap aman dan terjaga kualitasnya. Potensi ini perlu terus dioptimalkan," katanya.

Dia menegaskan, implementasi zero ODOL dapat berjalan melalui shifting atau peralihan moda transportasi dari truk ke kapal laut maupun kereta api. Namun, menurutnya, persiapan tersebut perlu dilakukan melalui tahapan yang matang.

"Staging ini menjadi sangat penting agar nanti ada masukan dari para pelaku usaha untuk menyesuaikan ke arah sana. Jadi, penerapannya perlu dilakukan secara bertahap," tuturnya.

Menurut di, penguatan sistem transportasi tidak hanya mendukung penerapan zero ODOL, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan kelancaran lalu lintas dan meningkatkan efisiensi distribusi logistik nasional.