NADIKABAR.COM — Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) berkolaborasi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan sejumlah pelaku industri untuk memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.

"Bersama-sama kolaborasi gotong royong menanggulangi kemiskinan dan melaksanakan pemberdayaan," kata Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar di Jakarta, Jumat.

Pihaknya berharap para pengusaha industri bersama-sama melakukan model-model pemberdayaan masyarakat.

Hal ini sebagaimana amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

"Sehingga bisa kontribusi bersama-sama mengatasi pengangguran, kemiskinan, dan menciptakan kelas menengah yang naik kelas," kata Menko Muhaimin Iskandar.

Pihaknya meminta Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza untuk memimpin langsung dalam menciptakan pola-pola pemberdayaan yang efektif, partisipatif, dan berkelanjutan di bidang industri agar target kemiskinan bisa turun hingga 5 persen pada 2029 dapat tercapai.

"Agar penanggulangan kemiskinan sukses di target lima persen pada tahun 2029," kata Menko Muhaimin Iskandar.

Ia juga berpesan pemberdayaan di sektor industri yang telah berjalan selama ini agar diperbanyak, seperti peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) perindustrian, kerja sama dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), industri padat karya, hingga SMK-SMK yang berstandar internasional.

"Model-modelnya ada pelatihan, capacity building, kerja sama, kolaborasi dengan UMKM, bahkan ada yang sudah memiliki SMK-SMK dengan standar internasional. SMK-SMK ini bisa kita duplikasi di berbagai lokasi-lokasi strategis," kata Menko Muhaimin Iskandar.