Sebagai solusi, Kemenkop kini mengalihkan fokus pembinaan ke arah industrialisasi berbasis koperasi. Model hilirisasi ini sebelumnya sukses dibuktikan di Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, yang mengelola pabrik CPO berkapasitas 60 ton per jam sebagai pilot project nasional.

Kemenkop menargetkan gerakan koperasi nasional dapat memiliki kilang (refinery) minyak goreng sendiri pada tahun depan. Hasil produksi tersebut nantinya akan diserap langsung oleh jaringan retail Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

"Jadi, pasarnya sudah punya, outlet-nya sudah punya. Kita bisa bayangkan ada puluhan ribu outlet Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang bisa menjual minyak goreng milik koperasi sendiri," tegas Ferry.

Selain itu, Kemenkop mendorong APKASINDO menjalin sinergi dengan PT Agrinas Palma Nusantara melalui skema kemitraan plasma pada lahan hasil penertiban Satgas PKH agar nilai tambah dinikmati petani di akar rumput.