Ia menambahkan bkehadiran KDKMP sebagai pengepul resmi minyak jelantah akan mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah domestik. Melalui kampanye bertajuk 'Jelantah Jadi Berkah: Koperasi Menggerakkan Kesejahteraan Rakyat melalui Ekonomi Hijau', gerakan ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mendistribusikan kesejahteraan secara merata hingga ke pelosok pedesaan.

"Kami sampaikan terima kasih kepada PT Pertamina Holding dan seluruh keluarga besar PT Pertamina yang sudah punya kepedulian dan juga dalam rangka membangun kemandiran energi. Kami tentu akan mendukung terus kerjasama ini karena ini sangat penting bagi kegiatan KDKMP dan juga membangun kesadaran terhadap lingkungan," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyambut baik kolaborasi strategis bersama Kemenkop. Kerja sama ini dinilai sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi energi ramah lingkungan di Indonesia.

Pihaknya menjelaskan bahwa Pertamina telah berpengalaman dalam mengolah minyak jelantah (used cooking oil) menjadi bahan bakar avtur nabati (sustainable aviation fuel /SAF) yang telah melalui serangkaian uji terbang ketat sejak beberapa tahun lalu. Hasil olahan dari minyak jelantah telah sukses digunakan sebagai bahan bakar pesawat dan telah dilakukan serangkaian uji coba terbang beberapa maskapai.

"Contoh yang sudah kami lakukan adalah di Pertamina kami sudah melakukan uji terbang beberapa tahun yang lalu dengan pesawat CN235, setelah itu dengan maskapai Garuda Indonesia, dan pada tahun 2025 kami sudah melakukan uji terbang dengan avtur yang telah kami campur untuk maskapai Pelita Air dari Jakarta menuju Denpasar dan Denpasar kembali ke Jakarta," ujar Simon Aloysius.