"Selain di Bukittinggi, penguatan kompetensi pelaku ekonomi kreatif juga kami lakukan di Pasaman. Kami memberikan pelatihan sekaligus memfasilitasi sertifikasi agar keterampilan peserta dapat memiliki standar dan pengakuan yang lebih jelas,” kata dia.

Menurut dia, peserta pelatihan di Bukittinggi nantinya akan melalui proses kurasi. Dari 150 peserta, sebanyak 10 orang terbaik akan dipilih untuk mengikuti program lanjutan berupa residensi selama satu minggu di Solo.

Pelatihan berlangsung selama satu hari dan dibuka serta ditutup oleh Adi Mukhtar Rivai. Materi sesi pertama disampaikan oleh Sania Sari mengenai teknik produksi batik, sedangkan sesi kedua diisi Widdiyanti dengan materi desain motif batik.

Sementara Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi Hendri Yeni mengatakan pemerintah kota telah mendata 296 pelaku ekonomi kreatif sejak 2017.