Perubahan tersebut sejalan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan yang menghadapi tekanan aktivitas sehari-hari dan menjadikan liburan sebagai sarana perawatan diri, pemulihan kesehatan mental, serta kesempatan memperoleh pengalaman berkesan.

Famtrip bertajuk "Harmoni Raga, Rasa dan Tradisi" yang diselenggarakan pada 16 sampai 20 Oktober 2026 itu juga dijadikan sebagai ruang untuk mempertemukan pembeli dan penyedia layanan wisata melalui pertemuan bisnis (B2B). Kegiatan tersebut diharapkan menghasilkan transaksi yang bermanfaat bagi ekonomi lokal sekaligus mendukung pencapaian target 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada 2026.

Para peserta menikmati berbagai pengalaman wisata yang memadukan kuliner, sejarah, budaya, dan kebugaran. Kegiatan diawali dengan eksplorasi gastronomi bersama Dje Djak Rasa melalui Telusur Kampung Santan Spesial Ingkung di Bantul, yang memadukan sajian ayam ingkung dengan kisah resep tradisional.

Eksplorasi kekayaan kuliner Nusantara berlanjut melalui "Senja Gastronomy Walking Tour: Telusur Tugu & Pecinan" untuk mengenal akulturasi budaya sekaligus mencicipi jajanan lokal.