Peserta juga mengikuti perjalanan "Tiga Wajah Mataram" bersama Remen Jawi yang menghadirkan penjelajahan sejarah dan perjamuan lintas masa. Agenda dilanjutkan dengan menikmati racikan teh personalisasi di Sadahurip, menjelajahi Kampung Wisata Purbayan, serta menikmati hidangan gastronomi etnik di Dapur Alit Jogja.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi meditasi berkesadaran yang memadukan pengalaman relaksasi dan penuturan kisah budaya bersama Selaras Jiwo Journey.

Kegiatan itu turut mengangkat potensi wisata jalan kaki (walking tour) sebagai alternatif menikmati destinasi secara lebih dekat. Aktivitas ini semakin diminati karena memungkinkan wisatawan menjelajahi lingkungan, budaya, dan kehidupan masyarakat melalui perjalanan yang lebih santai dan mendalam (slow tourism).

β€œMelalui jalan kaki, wisatawan tidak hanya melintasi ruang kota, tetapi dapat berinteraksi langsung dengan warga lokal, menghirup suasana kampung, serta meresapi cerita sejarah dan kuliner secara autentik di setiap sudut yang dikunjungi. Pengalaman sensorik seperti inilah yang dicari oleh wisatawan berkualitas tinggi masa kini,” ujar dia.