NADIKABAR.COM — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI mendorong perkebunan kopi di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan bisa didorong sebagai daerah tujuan wisata alam sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Wakil Menteri (Wamen) Pariwisata RI Ni Luh Enik Ermawati dalam keterangan tertulis di Wamena, Minggu mengatakan perkebunan kopi dapat dijadikan sebagai daerah wisata alam di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan

"Potensi kopi di Wamena dapat dijadikan potensi atau objek wisata selain wisata alam lainnya yang dapat dikembangkan oleh masyarakat sehingga mendorong peningkatan ekonomi,” katanya.

Menurut dia, potensi wisata alam, budaya dan kopi di Kabupaten Jayawijaya sangat luar biasa maka perlu didorong untuk menjadi pendapatan bagi daerah dan masyarakat.

"Ada begitu besar potensi wisata utamanya kekayaan adat dan budaya yang ada di sini seperti di desa wisata Kumukima dan Aikima. Kami juga melihat potensi kopi di sini dan itu menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus dijahit bersama untuk meningkatkan kunjungan dan lama tinggal (length of stay) wisatawan yang datang ke sini," katanya.

Dia menilai potensi agrowisata di Kabupaten Jayawijaya seperti kopi, nanas yang sangat luar biasa maka perlu dukungan penuh pemerintah daerah dan pusat untuk mendorong berbagai potensi ini menjadi daya tarif wisatawan ke daerah ini.

"Kami berharap ke depan sektor pariwisata dapat terus bertumbuh dengan kekuatan akar budaya yang ada di sini maka perlu dijaga dan dirawat baik," katanya.

Dia menambahkan melalui Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) yang rutin diselenggarakan di Kabupaten Jayawijaya dapat menjadi daya tarik utama wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara berkunjung ke daerah.

“Kami berharap keunikan adat istiadat dan kekayaan alam masyarakat Papua Pegunungan khususnya Jayawijaya dapat terus dijaga dan dilestarikan sehingga menjadi potensi ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.