NADIKABAR.COM — Konten negatif di media sosial menjadi ancaman untuk anak. Meskipun dinilai relatif berkurang, para orang tua meminta Komdigi jangan sampai kendor melakukan penyaringan.
NadiKabar pun berbincang dengan beberapa orangtua dari beberapa kota. Tiffany Ranggawuni (48) seorang guru di Bandung menilai konten negatif yang bisa berbahaya untuk anak, relatif berkurang, namun masih ada. Orang tua mesti pro aktif menjaga konten apa yang dikonsumsi anak-anak mereka misalnya dengan memakai fitur parental control.
"Bagaimanapun tetap perlu andil orang tua untuk mengaktifkan fitur parental control. Sayangnya masih banyak orang tua yang gaptek atau tidak tahu, sehingga konten negatif masih bisa muncul. Selain itu, masih minim pengawasan dan pendampingan orang tua saat anak-anak menggunakan gadget," ujar Tiffany.
Orang tua lainnya adalah Adjeng Triwahyuni (43) ibu rumah tangga di Cirebon. Dia senang konten negatif di medsos dan website terutama di Youtube relatif berkurang, karena anaknya banyak menonton Youtube.
"Anak kan cenderung meniru apa yang dia tonton terutama video-video pendek yang dulu isinya banyak memberi contoh yang tidak baik," kata Adjeng.