Adjeng berharap para kreator konten lebih bijak dan memahami ada anak-anak yang menonton video mereka. Adjeng berharap juga ada sistem yang langsung memblokir konten negatif.

Senada dengan itu, orang tua lainnya Cherry Wilhelmina Boom (52) ibu rumah tangga di Depok menilai meski konten negatif berkurang, risiko paparan terhadap informasi yang tidak sesuai usia tetap ada melalui algoritma. Oleh karena itu, dia punya sejumlah harapan khusus kepada Komdigi.

Cherry berharap Komdigi menerapkan regulasi ketat untuk memastikan platform digital punya fitur verifikasi usia yang valid dan sistem parental control yang efektif. Dia pun berharap Komdigi tidak ragu melakukan take down dan menggencarkan literasi digital.

"Terus proaktif memblokir situs dan konten berbahaya seperti judi, pornografi, kekerasan sebelum menyebar luas. Dan melakukan sosialisasi kepada orang tua dan anak tentang cara menggunakan internet secara sehat dan aman," ujarnya.

Soal algoritma, dia berharap platform tidak merekomendasikan konten dewasa kepada pengguna di bawah umur. "Intinya, Komdigi berperan sebagai penyaring di tingkat nasional, sementara orang tua tetap menjadi pendamping utama di lingkungan sekitar dan rumah," pungkasnya.