NADIKABAR.COM — Kementerian Pariwisata mendorong pengembangan pengalaman wisata yang tidak berhenti pada kunjungan ke suatu destinasi, tetapi juga memberi kesempatan kepada wisatawan untuk memahami proses dan filosofi di balik budaya yang ditemuinya.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini dalam Indonesia Tourism & MICE Outlook 2027 di Jakarta, Kamis, mencontohkan pengalaman wisata batik di Pekalongan, Jawa Tengah, yang menurutnya dapat dikembangkan lebih jauh dengan tidak sekadar memperkenalkan batik sebagai produk budaya.

"Saya lihat belum banyak yang menggarap wastra tourism ke Pekalongan. Harusnya inilah experiential tourism kita," kata Made.

Menurut dia, wisatawan yang berkunjung ke Pekalongan seharusnya tidak hanya mengikuti kegiatan belajar batik secara singkat, tetapi juga mengetahui tahapan dalam pembuatan batik serta memahami filosofi dan makna yang terkandung di dalamnya.