"Ketika ke sana, bukan hanya belajar batik dua menit, tapi mengetahui step-step apa dari batik. Kita harus tahu filosofinya, artinya, prosesnya dan sebagainya," ujarnya.

Ia mengatakan pendekatan serupa dapat diterapkan pada potensi seni dan budaya lainnya yang dimiliki Indonesia, termasuk warisan seperti candi.

Pengalaman tersebut, juga dapat dipadukan dengan tren walking tourism atau wisata berjalan kaki yang saat ini berkembang, termasuk dengan menggabungkan unsur seni dan budaya, wastra, serta wisata bahari.

"Misalnya kita bisa padukan art and culture, wastra tourism, marine tourism dengan walking tour. Ini Indonesia akan sangat menarik dan experience-nya dapat," katanya.